Sosial

Uber Diakuisisi Grab, Apa yang Akan Terjadi?

Ahmad / March 13, 2018

Akhir-akhir ini sedang heboh berita tentang akuisisi uber oleh grab. Perusahaan penyedia jasa transportasi uber telah resmi diakuisisi oleh Grab pada tanggal 26 Maret 2018 kemarin.

Kesepakatan tersebut membuat semua aset Uber di Asia Tenggara (Indonesia, Kamboja, Malaysia, Singapura, Myanmar, Filipina, Vietnam, Thailand) dikuasai oleh Grab. Grab pun diprediksi akan menjadi salah satu bisnis transportasi terbesar.

uber diakuisisi grab

Jadi Uber sudah tidak hadir lagi di Asia Tenggara, tapi Uber masih memiliki saham 27,5 % di Grab. Para pengemudi, pelanggan, penumpang, rekan, merchant, dan semua hal tentang Uber  akan dimigrasi ke Grab dalam waktu dekat.

Akuisisi Uber oleh Grab Melanggar UU Antimonopoli?

Singapura tempat kantor pusat Grab berada masih bermasalah dengan akuisisi uber oleh grab. Pihak CSS (Compettion Commission of Singapore) masih menyelidiki hal-hal tertentu, mereka juga mengaku memiliki dasar anggapan bahwa akusisi Uber oleh Grab melanggar aturan di Competition Act Singapura. Dilansir dari detikinet, pihak CSS juga masih mengajukan Interim Measure Direction yang mewajibkan Grab dan Uber menjaga tarif independen.

Tidak hanya di Singapura, di Malaysia pun sedang menyelidiki diakuisisinya uber oleh grab. Mereka ingin memastikan bahwa Grab tidak menyalahgunakan kekuasaannya sekarang seperti permainan tarif dasar.

melanggar undang-undang

Kepala Lembaga Land Public Transport Commision menyatakan bahwa sebenarnya Grab sudah menjamin bahwa tidak akan ada perubahan tarif yang signifikan setelah membeli Uber. Namun hal tersebut masih tetap diselidiki lebih lanjut setelah Singapura menemukan pelanggaran kompetisi.

Selain Singapura dan Malaysia, Filipina juga menunjukkan kekhawatiran yang serupa. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya kompetitor grab di Filipina seperti Gojek.

Di Indonesia sendiri juga sedang marak demo tentang tarif. Gojek tidak ingin Grab mempermainkan tarif dasar. Diskusi antara pimpinan Gojek Grab pun sudah dilakukan. Tinggal menunggu saja bagaimana hasil akhirnya.

Akuisisi Uber oleh Grab Menambah Tingkat Pengangguran?

Dilansir dari Liputan6, Danang Parikesit sebagai ketua Dewan pakar Masyarakat Transportasi Indonesia menyatakan bahwa akuisisi Uber oleh Grab ini sangat berdampak pada para pengemudi Uber. Sebagai pengemudi tentunya tidak bisa membantah lebih lanjut. Mereka tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti kerjasama antara Grab dan Uber.

Jika semua pemudi Uber dimigrasi ke Grab maka tidak menjadi masalah. Namun bagaimana jika tidak semua dimigrasi atau dipersulit perpindahannya? Tentu hal tersebut akan menyusahkan dan bisa menambah angka pengangguran.

pengangguran

Danang parikesit pun menilai bahwa gojek sebaiknya turut berperan dalam menampung pengemudi Uber. Kepastian nasib para pengemudi Uber ini perlu diperhatikan, terlepas dari persaingan antara Grab dan Gojek.

Danang mengungkapkan bahwa seharusnya Gojek mau menerima pengemudi Uber yang ingin bermitra dengan Gojek. Namun hal tersebut tetap tergantung pada kebijakan dari Gojek sendiri.

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), Darmaningtyas pun mengungkapakan hal yang hampir sama yaitu jika para pengemudi Uber tidak dimigrasi semua ke Grab maka bisa mengurangi jumlah penyuplai transportasi online di lapangan. Padahal semakin hari jumlah masyarakat yang tertarik dengan transportasi online semakin banyak.

Hal tersebut juga bisa menyebabkan bertambahnya pengangguran. Pengemudi uber pasti juga bingung akan pindah kemana jika tidak ikut dimigrasi ke Grab. Mereka yang ingin ikut Gojek pun pasti masih akan berpikir dua kali.

Kalau kalian gimana? Kira-kira akuisisi Uber oleh Grab ini berdampak tidak bagi kalian?

 

Share this post:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •